Bagian II dari Seri Renovasi Rumah Tua (Habis) | 7 Masalah Renovasi Rumah Tua

masalah renovasi rumah tua 7 Masalah Renovasi Rumah TuaSebelum melanjutkan membaca artikel ini 7 Masalah Renovasi Rumah Tua ini, ada baiknya Anda membaca artikel sebelumnya, berjudul “Restorasi vs Renovasi Rumah Tua, yang merupakan bagian I dari Artikel Seri Renovasi Rumah Tua (Silahkan klik tautan judul di samping untuk membacanya), karena artikel ini adalah kelanjutannya dan sangat erat berkaitan dengan artikel bagian I tersebut.

Sedikit mengulas, pada bagian I telah disebutkan bahwa ada 7 tantangan masalah yang kerap ditemui pada saat kita melakukan renovasi rumah tua, dan kali ini penulis akan melanjutkan dengan penjelasan lebih lanjut;  7 tantangan masalah renovasi rumah tua.

7 Masalah Renovasi Rumah Tua

Masalah ke 1: Air

Air adalah musuh utama nomor 1. Kelembaban yang ditimbulkan oleh air menjadi masalah renovasi rumah tua yang terburuk karena menyebabkan hadirnya jamur, lumut, bakteri, dan pada akhirnya rayap.

Kelembaban di balik dinding atau komponen yang terbuat dari kayu, kerap mengharuskan Anda untuk melakukan pembongkaran besar-besaran dan mengganti komponen-komponen bermaterial kayu beserta aksesorisnya yang sudah membusuk dan dipenuhi rayap. Perlu diketahui, bahwa sangat sulit untuk mendeteksi seberapa parah komponen-komponen rumah tua yang telah disusupi rayap, dan selama masih ada rayap yang tertinggal dalam salah satu celah kecil maka resiko pelapukan dini akan tetap ada. Seekor rayap bagaikan sebuah bom waktu bagi rumah tua Anda.

Demikian pula halnya dinding tembok batu bata, kelembaban memicu tumbuhnya jamur dan lumut, yang bisa saja telah merasuk ke celah-celah pasangan batu bata atau retakan dan mengakibatkan berkurangnya kekuatan dinding (rapuh).

Masalah ke 2: Keretakan pondasi

Sebuah rumah tua mungkin saja tampak kokoh, kekar, pada bagian yang tampak dari permukaan tanah. Namun seringkali ditemukan bahwa bagian pondasi menjadi masalah renovasi rumah tua karena tidak mampu bertahan dari ujian waktu.

Selain faktor alam, faktor air dan kelembaban juga kerap mengakibatkan penurunan kekuatan pondasi. Faktor alam antara lain seperti penurunan permukaan tanah yang mengakibatkan lapisan (lantai) bawah pondasi kosong, akibatnya pondasi seperti menggantung dan akhirnya retak karena beban yang diterimanya. Faktor air dan kelembaban juga dapat menyusup ke bagian campuran perekat  pondasi dan turut andil dalam melemahkan kekuatan pondasi.

Masalah ke 3: Timbal

Menurut Wikipedia, Timbal (Pb) adalah sejenis unsur logam berat yang mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang toksik (beracun) terhadap manusia. Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan, minuman, udara, air, serta debu yang tercemar Pb.

Ada dua sumber area yang sangat berpotensi menimbulkan bahaya keracunan timbal pada sebuah rumah tua: instalasi pipa dan cat enterior/eksterior.

Pada era sebelum tahun 1940-an kebanyakan pipa logam yang umum digunakan berbahan dasar timbal dan baru kemudian diganti dengan pipa galvanis. Namun bahkan setelah menggunakan pipa galvanis ternyata masih ditemukan kandungan timbal. Timbal juga umum digunakan sebagai salah satu material (solder) penyambung tembaga hingga pertengahan tahun 1980-an sbelum kemudian diganti dengan  timah yang memiliki titik leleh lebih rendah.

Untuk mengatasi kadar timbal ini, para pemilik rumah tua kebanyakan lebih memilih memasang system penyaringan (filtration system) pada instalasi air lamanya untuk memisahkan timbal daripada mengganti pipa, terkecuali bila pipa sudah benar-benar tersumbat total atau memang renovasi rumah tua yang direncanakan sudah mencakup penggantian instalasi air.

Sedangkan pada cat interior/eksterior, walaupun sering tidak disadari sebagai salah satu masalah renovasi rumah tua, potensi bahaya timbal terletak pada kemungkinan adanya serpihan atau serbuk cat yang tertelan oleh seorang anak kecil atau jatuh dan menempel pada makanan. Pengampelasan pada dinding rumah tua pun beresiko menyebarkan serbuk timbal ke udara dan jatuh serta meresap ke tanah di sekitarnya.

Masalah ke 4: Kelistrikan

Dahulu pada saat sebuah rumah tua dibuat, ada kemungkinan system kelistrikan tidak menggunakan ground (jalur pentanahan/grounding) atau grounding hanya diaplikasikankan di lokasi dimana banyak terdapat air seperti dapur dan kamar mandi. Tetapi jaman sudah berubah, demikian pula ketentuan-ketetuan standar telah berubah. Bila Anda tidak yakin apakah instalasi kelistrikan rumah tua Anda menggunakan grounding, coba periksa dengan melihat pengkabelan pada outlet yang digunakan, bila bercabang dua, berarti tidak menggunakan ground. Tetap bila bercabang tiga, belum berarti menggunakan ground dan Anda tetap harus memastikannya.

Bila perlu, mintalah seorang ahli dalam instalasi listrik untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada instalasi kelistrika Anda dan jangan ragu untuk mengganti kalau perlu menginstal ulang seluruh jalur kelistrikan demi keamanan Anda sendiri.

Masalah ke 5: Asbes

Masalah renovasi rumah tua selanjutnya adalah asbes (asbestos). Asbes adalah sebuah grup mineral metamorfis berfiber. Nama ini berasal dari dari penggunaannya di lampu wick; karena tahan api dia telah digunakan dalam banyak aplikasi.

Namun, penghirupan dari beberapa jenis fiber asbestos dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk kanker, dan oleh karena itu kebanyakan penggunaan asbestos telah dilarang di banyak negara.

Selain rapuh, material asbes itu sendiri sangat mudah hancur dan menyebar ke udara dalam bentuk debu beracun yang sangat berbahaya jika teritup oleh manusia.

Rumah-rumah tua banyak sekali yang menggunakan material asbes ini, seperti; pada plafond, isolasi ducting, hingga penutup dinding. Walaupun kelihatannya sepele, berhati-hatilah, karena asbes dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda dan seluruh pekerja yang melaksanakan pembongkaran.

Masalah ke 6: Jendela

Mempertahankan model panel jendela tunggal model kelihatannya menarik. Akan tetapi pada saat ini harganya ternyata lebih mahal dan lebih sulit ditemukan daripada model panel engineering modern yang lebih praktis. Bila tujuan Anda bukan restorasi, ada baiknya pertimbangkan pemakaian panel jendela yang lebih praktis dan modern. Anda tinggal menyelaraskan dan memadukan warnanya dengan interior rumah Anda.

Masalah ke 7: Tangki pendam, sumur dan septic tank

Pemilik rumah tua mungkin tidak mengetahui kejutan apa yang menantinya di dalam tanah hingga dilakukan penggalian. Selain sumur tua, septic tank, atau tangki penampung limbah, ada lagi yang lebih mengejutkan yaitu kadang ditemukan suatu ruang bawah tanah yang pada jaman dahulu mengkin digunakan untuk persembunyian atau semacam gudang. Berhati-hatilah! Karena tak jarang ruang bawah tanah seperti itu telah menjadi rumah bagi sekumpulan hewan melata atau serangga berbisa.

Demikian 7 masalah renovasi rumah tua yang mungkin akan Anda hadapi bila berencana merenovasi rumah tua yang Anda beli atau warisan peninggalan orang tua, semoga membantu.

 

Tim MITRALKA ( mitrarenovasirumah.com ) 

Adalah tim penyedia layanan jasa konstruksi yang meliputi:

“Bagi kami, klien bukan hanya merupakan pelanggan yang wajib kami layani dan kami jaga sebaik-baiknya, tetapi juga klien adalah MITRA yang turut andil dalam pasang surut dan perkembangan usaha dan layanan kami.”

Kami dapat dihubungi di:

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Salam Mitra,

Tim Mitralka

Incoming search terms:

One thought on “7 Masalah Renovasi Rumah Tua