pemborong renovasi rumah

Mau renovasi rumah, atau hanya sekadar memperbaiki atap bocor, sekarang ini tak perlu terlalu pusing karena telah banyak jasa pemborong renovasi rumah tersedia, baik itu perusahaan kontraktor (PT, CV) atau kontraktor independen (perorangan).

pemborong renovasi rumah 7 Tips Sebelum Memilih Pemborong Renovasi Rumah (Harus Anda Tahu)Memang seringkali kesibukan, dana pas-pasan, atau bingung ke mana harus mencari tukang, sering dijadikan alasan untuk menunda perbaikan rumah atau melakukan renovasi rumah. Padahal sebetulnya tak perlu Anda bingung, karena dengan makin banyaknya pemborong renovasi rumah yang menawarkan jasanya untuk merenovasi rumah Anda, yang perlu Anda lakukan hanyalah menerapkan 7 tips di bawah ini yang disusun berdasarkan pengalaman dan kenyataan yang umum terjadi.

7 Tips Sebelum Memilih Pemborong Renovasi Rumah

Tips 1 – Pilih pemborong terdekat yang paling mudah dihubungi

Bila Anda belum mengetahui atau belum memiliki referensi pemborong renovasi rumah yang akan Anda pilih, cobalah hubungi pemborong yang paling mudah dihubungi dan lokasi kantor atau workshopnya jelas, dekat atau satu wilayah dengan tempat tinggal Anda. Paling tidak, Anda bisa mendatangi lokasinya dengan mudah bila benar-benar diperlukan. Dengan begitu Anda akan meminimalisir resiko tertipu oleh pemborong nakal.

Tips 2 – Manfaatkan layanan survey dan konsultasi gratis

Sekarang ini ada beberapa pemborong yang bersedia melakukan survey gratis (tanpa dipungut biaya) dan hal ini bisa Anda manfaatkan untuk menghemat pengeluaran biaya yang tidak perlu. Jangan ragu untuk meminta dilakukan survey gratis ke rumah Anda, karena banyak keuntungan yang bisa Anda peroleh seperti; kesempatan untuk mengenal lebih dekat pemborong yang akan Anda pilih, konsultasi detil renovasi rumah yang akan Anda lakukan, negosiasi, yang semuanya akan Anda peroleh secara gratis yang berarti penghematan biaya. Bahkan ada pula pemborong renovasi rumah yang bersedia melayani mulai dari survey, konsultasi, hingga pembuatan RAB gratis tanpa dikenakan biaya apapun, salah satu contohnya adalah tim Mitralka (lih. artikel; Layanan Gratis Survey Renovasi Rumah Mitralka),  dengan begitu praktis Anda hanya akan mengeluarkan biaya untuk pelaksanaan pekerjaan renovasinya saja. Lebih hemat bukan?

Tips 3 – Sampaikan sejelas-jelasnya detil renovasi yang Anda inginkan

Pada saat dilakukan survey di lokasi (rumah) Anda, sampaikan dengan sejelas-jelasnya detil renovasi yang Anda inginkan agar si pemborong renovasi rumah tidak salah dalam memperkirakan atau menghitung harga renovasi yang dibutuhkan, dan Andapun akan terhindar dari pengeluaran biaya tambahan yang sebelumnya mungkin tidak Anda duga.

Tips 4 – Beri gambaran bujet yang Anda miliki untuk menghemat waktu

Walaupun tidak semua pemilik rumah setuju, kebanyakan dengan alasan privasi, tetapi sebenarnya dengan memberi gambaran bujet yang Anda miliki kepada pemborong akan mempermudah si pemborong untuk melakukan analisa dan penghitungan yang akan disesuaikan dengan keinginan Anda. Dengan demikian Anda akan dapat memperoleh harga yang wajar sesuai keinginan Anda dan juga menghemat waktu negosiasi (tawar-menawar) yang biasanya malah memakan waktu lebih lama dari proses analisa, penghitungan, hingga RAB itu sendiri.

Tips 5 – Bila mungkin, hindari sistem borongan per meter persegi

Menggunakan hitungan borongan per meter persegi boleh-boleh saja, akan tetapi kenyataan di lapangan membuktikan bahwa hitungan per meter persegi lebih banyak melesetnya daripada tepatnya, dengan kata lain kurang akurat. Menggunakan hitungan per satuan pekerjaan akan lebih menguntungkan bagi Anda karena Anda dapat melihat dan memeriksa sendiri jenis-jenis dan detil pekerjaan yang akan dilakukan serta harga satuan per pekerjaan yang mungkin juga dapat Anda analisa dan buat perbandingan. Dan inilah gunanya Survey dan Konsultasi!.

Tips 6 – Dapatkan harga yang wajar dengan kualitas yang sesuai

Perlu dipahami!, harga murah belum tentu kualitasnya sesuai dengan harapan Anda. Kerap terjadi pemborong renovasi rumah yang demi untuk mendapatkan proyek berani mematok harga semurah-murahnya, namun masalah baru akan terjadi kemudian pada saat pelaksanaan pekerjaan, mulai dari keterlambatan waktu (molor) karena material tidak siap/tidak ada atau terlambat tiba di proyek, hingga pemborong yang lari meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawabnya karena kehabisan dana. Yang terpenting adalah usahakan Anda memperoleh harga yang wajar, tidak terlalu mahal (!) dan tidak terlalu murah (?), sesuai dengan kualitas material dan bentuk renovasi yang Anda inginkan. Dan kuncinya terletak pada RAB!.

Tips 7 – Pilih cara pembayaran yang paling wajar dan paling sesuai

Macam-macam cara pembayaran yang diterapkan oleh pemborong renovasi rumah kepada kliennya yang bila dijelaskan disini mungkin akan memakan satu halaman penuh, karena itu singkat saja, pilih cara pembayaran yang wajar yang sesuai dengan kemampuan Anda. Bisa gunakan  cara pembagian pembayaran 50% uang muka (DP) dan 50% pelunasan, atau tiga kali pembayaran; 30% DP, pembayaran kedua 40%, dan pelunasan 30%. Terserah anda pilih yang mana, tapi yang jelas hindari cara pembayaran yang tidak sewajarnya seperti; membayar lunas dimuka, atau membayar DP terlalu besar. Umumnya untuk pekerjaan yang tergolong kecil (misal di bawah nilai Rp 40juta) digunakan sistem pembayaran 50%-50%, sedangkan pekerjaan yang tergolong sedang hingga besar (di atas Rp 40 juta) digunakan sistem 3 X pembayaran atau 4 x pembayaran.

Bila ada tips-tips sebelum memilih pemborong renovasi rumah lainnya yang ingin disampaikan oleh pembaca, kami sangat berterima kasih dan silahkan ditambahkan di kolom komentar di bawah.

 

Tim MITRALKA ( mitrarenovasirumah.com ) 

Adalah tim penyedia layanan jasa konstruksi yang meliputi:

“Bagi kami, klien bukan hanya merupakan pelanggan yang wajib kami layani dan kami jaga sebaik-baiknya, tetapi juga klien adalah MITRA yang turut andil dalam pasang surut dan perkembangan usaha dan layanan kami.”

Kami dapat dihubungi di:

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Salam Mitra,

Tim Mitralka

Incoming search terms: