Ketika Anda merenovasi rumah dan Anda berkeinginan untuk dapat mengikuti dan mengawasi langsung proses renovasi rumah Anda, maka mau tak mau Anda akan dan harus bekerjasama dengan kontraktor renovasi rumah Anda.

bekerjasama dengan kontraktor renovasi rumah Bila Anda Harus Bekerjasama Dengan Kontraktor Renovasi RumahBekerjasama dengan kontraktor renovasi rumah bukanlah hal yang mudah. Selain sebagai klien (pemilik) Anda juga akan mengambil peran sebagai pengawas kualitas (Quality Control)  yang biasanya diperani oleh seorang arsitek yang notabene adalah seorang ahli yang berpendidikan dan berpengalaman bertahun-tahun serta memahami seluk beluk perencanaan, penjadwalan, dan kualitas konstruksi suatu bangunan.

Bisa jadi yang mulanya Anda kira sebagai sesuatu yang mengasyikkan dan kerjasama yang saling menguntungkan, ternyata berakhir dalam sebuah konflik bila aturan-aturan dasar tidak ditetapkan sejak awal. Untuk itu, jika Anda benar-benar memilih untuk terlibat dengan proyek renovasi rumah Anda, berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat mambantu Anda.

Tips Bekerjasama Dengan Kontraktor Renovasi Rumah

  • Pastikan Anda dan kontraktor renovasi rumah Anda terikat dalam suatu perjanjian (Kontrak). Sebuah dokumen kontrak yang baik berisi minimal uraian pekerjaan dan syarat-syarat pekerjaan, harga kontrak dan tata cara pembayaran, tanggal penyelesaian serta apa yang disebut dengan elemen tak terduga (dikenal sebagai force majeur). Dengan kontrak hitam di atas putih ini akan tersedia solusi segala kesalahpahaman, termasuk kemungkinan biaya tambahan apa pun yang diminta oleh kontraktor harus sesuai dengan pedoman kontrak.
  • Sertakan sanksi atau sering disebut sebagai penalty dalam dokumen kontrak yang merupakan hukuman bagi si kontraktor renovasi rumah Anda jika pekerjaan tidak selesai pada tanggal yang disepakati . Adanya penalty ini akan mendorong kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin.
  • Selain penalty, masa jaminan/garansi hasil pekerjaan yang disebut retensi juga harus tertuang di dalam dokumen kontrak. Dengan adanya retensi Anda akan terhindar dari kemungkinan pengeluaran biaya renovasi ekstra bila kelak ditemukan adanya kekurangan hasil pekerjaan. Pada umumnya retensi dilaksanakan dengan penahanan sementara pelunasan harga kontrak sebesar 5% dari total harga kontrak dalam jangka waktu minimal 3 bulan.
  • Selama proses renovasi, kunjungi proyek secara teratur dan ajukan pertanyaan tentang apapun yang Anda rasakan tidak sesuai dengan kontrak segera begitu Anda mengetahuinya. Anda telah membayar sehingga Anda memiliki hak untuk mengetahui apa yang terjadi dan kontraktor memiliki kewajiban untuk menepati  isi kontrak.
  • Periksalah material dan barang-barang yang akan diinstal seperti perlengkapan sanitair, pipa, kelistrikan, dan lain-lain, untuk memastikan tidak ada kerusakan sepert retak, mengelupas, dan sejenisnya.
  • Bila terjadi penundaan pekerjaan, bersikaplah bijaksana dengan berusaha memahami masalah yang terjadi, seperti misalnya masalah cuaca. Rasanya juga kurang efektif bila memaksakan kontraktor bekerja dalam kondisi hujan ekstrim, atau badai.

Yang terakhir, berdasarkan pengalaman, seorang klien (pemilik rumah) yang selalu menjaga komunikasi dan hubungan baik, bersikap bijak, mau mencoba memahami kondisi dan situasi proyek, namun tetap tegas dalam menjaga isi kontrak, akan lebih berpeluang besar menyelesaikan dan memperoleh hasil akhir yang berkualitas sesuai kontrak. Karena hanya kontraktor renovasi rumah yang “tidak tahu diri” lah yang masih tega berbuat curang kepada klien “bijak” seperti di atas.

 

Tim MITRALKA ( mitrarenovasirumah.com ) 

Adalah tim penyedia layanan jasa konstruksi yang meliputi:

“Bagi kami, klien bukan hanya merupakan pelanggan yang wajib kami layani dan kami jaga sebaik-baiknya, tetapi juga klien adalah MITRA yang turut andil dalam pasang surut dan perkembangan usaha dan layanan kami.”

Kami dapat dihubungi di:

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Salam Mitra,

Tim Mitralka

Incoming search terms: